Manusia Bersama Dunia
Memulai ternyata hal yang cukup kompleks, menata segala hal dengan apik, menyesuaikan berbagai hal dan menempatkannya pada posisi yang tepat ternyata tidak mudah. Beberapa letak memang terlihat acak, sepertinya masuk akal ditempatkan di semua posisi, tapi apakah itu hal yang benar-benar baik? Bahkan tata letak saja biasanya sudah ada perencanaan, tapi spontanitas untuk mengambil sudut-sudut terbaru kadang tidak buruk. Berbagai hal hanya perlu dilihat dari segala macam sisi, semuanya terlihat apik, ternyata penempatan yang baik ataupun buruk hanya tentang selera kan?
Terlalu banyak hal abu-abu di dunia ini, tata letak pun hanya soal selera, warna-warna juga sebenarnya bagus semua, tidak ada yang sebaik dan seburuk itu, ini hanya soal "sudut pandang". Standar dibuat untuk itu, untuk membuat dasar dimana orang-orang harus berpatokan sebagai landasan karena kalau tidak ada standar, sebenarnya semua ya kembali ke selera saja. Siapa yang melarang kalau lampu lalu lintas tidak boleh ungu, biru, dan oranye? Bisa saja kan? Hanya penemunya saja yang membuat standar lalu lintas terdiri dari warna merah sebagai tanda berhenti karena warnanya yang menyalak, kuning sebagai hati-hati karena warnanya yang cenderung bersimbol peringatan dan mencolok, dan hijau tanda jalan sebagai warna yang menyejukkan dan berarti 'boleh jalan'. Siapa yang melarang kalau zebra cross bentuknya dibuat segitiga-segitiga di sepanjang jalan? Sebenarnya oke-oke saja, tapi garis lurus membuatnya lebih mudah dikenali sebagai tanda jalur lewat dengan warna putih yang menunjukkan tanda hal baik (dalam hal ini keselamatan).
Sebenarnya itu standar saja, kalau tidak ada standar, manusia tidak bisa berpatokan, kalau menuruti selera semuanya akan acakadul, dibuatlah standar, peraturan, hukum, dan semua hal yang bersifat 'mengatur' tingkah laku manusia agar lebih teratur tentunya, kalau tidak, semua orang semaunya saja sendiri. Nyatanya, kita manusia hidup di dalam sistem, dan mau tidak mau kita mengikuti sistem itu dan ikut berperan di dalamnya. Sistem tidak selamanya baik, tidak pula buruk, hanya sekumpulan siklus yang dibuat sendiri oleh manusia dan hal-hal merugikan di dalamnya juga akan merusak manusia sendiri lama-lama. Kompleks ya, nyatanya ini terjadi sedari jutaan tahun yang lalu dan terus terjadi sampai saat ini. Lihat bagaimana manusia bisa mempertahankan spesiesnya di kala banyak sekali makhluk lainnya yang sudah punah, dinosaurus misalnya? atau mungkin hewan-hewan nyata lainnya yang baru punah beberapa tahun belakangan. Nyatanya, masalah manusia sampai saat ini pun, adalah masalah yang sudah terjadi puluhan ribu tahun ke belakang, nyatanya ini hanya siklus saja, untuk hidup, untuk menjadi manusia.
Komentar
Posting Komentar