Hal Konyol: Manis Getir Keluarga
Hal konyol hari ini, aku sedang memasak semacam udang keju untuk keluarga, kemudian di tengah-tengah menghaluskan ayam, tiba-tiba mesin blender berhenti berputar dan bau seperti terbakar menyeruak. Benar saja, baru beberapa hari lalu dibeli, mesin blender yang sudah kuminta dari awal tahun 2025 itu sudah rusak. Hal yang paling lucu adalah secara spontan bapak mengambil mesinnya, memberikan kepada kakak laki-lakiku yang kedua untuk minta dibetulkan (kakak keduaku memang terbiasa membetulkan barang-barang yang kerap kali kurusak. Padahal sedetik setelah aku tahu mesin blendernya rusak, aku meminta pada bapak untuk diurus saja garansinya, lebih baik begitu, kalau-kalau bisa ditukar baru, ya Alhamdulillah juga. Di pikiranku masalah sudah menemukan solusinya.
Namun, gara-gara bapak meminta mas untuk membetulkan mesin blender itu, meledak sudah omelan-omelan yang sangat membuat telingaku penuh tapi juga di sisi lain aku rindukan. Aku di satu sisi sangat kesal beberapa kali mendengar responnya, tapi di sisi lain aku senang, aku bisa mendengar omelan lagi di rumah. Setelah dua tahun merantau di Surabaya dan hanya berbicara dengan tembok sesekali kalau suntuk (efek tidak pernah pacaran sampai umur 23 tahun). Aku juga jarang diomeli karena lebih sering di kost. Menurutku, kebersamaan itu membawa kehangatan, tapi di sisi lainnya, kita harus siap dengan hal-hal yang harus ditoleransi yang pastinya kurang nyaman daripada hidup sendiri. HAHAHAHA, sebenarnya aku sudah paham hal-hal ini sejak SMA, tapi rasanya baru sangat amat terasa ketika aku sudah merasakan kehidupan merantau. Di perantauan tepatnya di kost-kostan semuanya memang terasa nyaman, tidak ada omelan, semuanya terasa bebas, tapi jangan lupa kebebasan juga seiringan dengan rasa kesepian. Sebagai dampak dari hidup sendiri, aturan hanya milik kita dan tidak ada yang mengganggu. Namun ketika bersama, aturan milik bersama, ada hal-hal yang kurang nyaman bagi diri sendiri untuk tetap ditoleransi.

Komentar
Posting Komentar